Nama : Anas Ibnu Hajar Lingga
Npm : 1601270114
Program
study : Perbankan Syariah
Fakultas : Agama Islam
Kampus : Universitas Muhammadiyah Sumatera
Utara
Tugas : Report 2
Fungsi
Tabungan , Fungsi Investasi , Equilibrium Barang Dan Jasa dan Uraian Kebijakan
Fiskal .
Fungsi Tabungan
Fungsi tabungan merupakan menunjukan hubungan antara tingkat tabungan dan
pendapatan . atau dapat di artikan bagian pendapatan yang tidak di belanjakan
atau di konsumsi .
Fungsi tabungan ini berasal langsung dari Figur 6 – 3, ini merupakan jarak
vertikal antara garis 45⁰ dan fungsi konsumsi . oleh karena tabungan ( S )
dalam model sederhana ini di devinisikan sebagai ( Y – C ) saja , samapai
sekarang soal S dan tingkat yang tidak di bahas. Tetapi untuk menjelaskan
hubungan antara tabungan dan investasi , baik kita mengulang kembali analisa
tadi supaya nilai S bisa di lihat secara eksplesit .
Rumus Fungsi Tabungan :
Y = C + S
S = S – C
S = Y – ( a + bY )
S = -a + ( 1 – b )
S = S – C
S = Y – ( a + bY )
S = -a + ( 1 – b )
Keterangan :
C = Konsumsi
S = Saving (
Tabungan )
Y =
Pendapatan
Contoh soal :
1.
Alam suatu masyarakat memiliki fungsi konsumsi sebesar C
= Rp. 70.000 + 0,25Y . kemudian , pendapatan nasional negara tersebut adalah
Rp. 160.000 . maka hitunglah besar tabungan masyarakat ?
Jawab :
Dik : a
= 70.000
b = 0,25
y = 160.000
c = 110.000
Dit : S = ?
Jawab :
S : -a + ( 1 – b ) Y
= -70.000 + ( 1 – 0,25 )Y
= -70.000 + 0,75 . 160.000
= -70.000 + 120.000
= 50.000
2.
Diketahui Fungsi konsumsi masyarakat adalah C = 60 Miliar
+ 0.7 Y . jika pendapatan nasional nya Rp. 300.000 Miliar maka besar tabungan
masyarakat nya ialah ?
Jawaban :
Dik : C = 60 + 0.7 Y
Dit : Besar S saat Y = 300.000 ?
Jawab ;
C = 60 + 0,7
Y maka
S = -60 + (
1 – 0.7 )Y
S = -60 +
0.3 Y
Saat Y =
300.000 , maka
S = -60 +
0.3 ( 300.000 )\
S = - 60 +
90.000
S = 89.940
Fakto –
faktor yang mempengaruhi tabungan ( S ) yaitu :
1.
Pendapatan
yang di terima
Semakin banyak pendapatan yang di terima berarti semakin banyak pula
pendapatan yang disisihkan untuk saving .
2.
Hasrat
Uuntuk menabung ( Maginal Propensity to Save )
Hal ini di dorong dengan keinginan masing – masing individu dalam
mengalokasikan pendapatannya untuk ditabung karena pertimbangan keamanan .
3.
Tingkat
suku bunga bank
Semakin tinggi tingkat suku bunga simpanan maka semakin banyak masyarakat
untuk menabung ( saving ) .
Fungsi Investasi
Fungsi investasi merupakan pengeluaran untuk membeli barang modal riil ,
baik berbentuk alat produk si baru seperti rumah dan sebagainya . atau juga
bisa di artikan kurva yang menunjukan hubungan antara tingkat investasi dan
tingkat pendapatan nasional . fungsi atau kurva investasi yang sejajardengan
sumbu datar di namakan invesatsi terpengaruh .
Faktor –
faktor yang mempengaruhi investasi :
1.
Tingkat bunga
2.
Peningkatan aktivitas perekonomian
3.
Stabilan politik suatu negara
4.
Kemajuan teknologi
Jenis – jenis investasi
1.
Investasi otonom
Investasi otonom ialah investasi yang tidak di pengaruhi oleh adanya
perubahan dalam pendapatan nasional maupun tingkat bunga , jadi tinggi
rendahnya pendapatan nasional tidaka menentukan investasi yang dilakukan
perusahaan .
Contoh nya :
investasi emas , tanah dan bangunan .
2.
Investasi terpengaruh
Investasi
terpengaruh ialah investasi yang di dorong oleh adanya perubahan pendapatan
nasional , jika pendapatan nasional naik maka investasi juga naik begitupun
sebaliknya . peningkatan pendapatan nasional di ikuti kenaikan investasi karena
kenaikan nasional akan membawa serta kenaikan konsumsi , sehingga produksi dan
investasi juga bertambah .
Contoh nya :
investasi saham
Jenis pengeluaran Investasi
1.
Investasi tetap bisnis ( Bussiness fixed investment )
Yaitu
investment yang mencakup peralatan dan struktur yang di beli perusahaan untuk
proses produksi .
2.
Investasi residencial ( residential investment )
Yaitu
investasi yang mencakup rumah baru yang orang beli untuk tempat tinggal dan
yang di beli tuan tanh untuk di sewakan .
3.
Investasi persediaan ( inventory investment )
Ekuilibrium Barang dan Jasa
Ekuilibrium adalah keadaan yang menunjukkan baik Konsumen maupun Produsen telah menyetujui harga suatu barang, yaitu harga yang Konsumen bersedia membeli untuk sejumlah barang sama dengan harga yang Produsen bersedia menjual untuk sejumlah barang tersebut.
Harga keseimbangan ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran. Penjual dan pembeli biasanya akan selalu mengambil tindakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan antara pemintaan dan penawaran. Situasi dimana jumlah penawaran lebih besar dari permintaan disebut dengan surplus. Sebaliknya, situasi dimana jumlah permintaan lebih besar dari pernawaran disebut dengan kekurangan (shortage).
1.
Permintaan ( Demand )
Permintaan
adalah jumlah barang atau komoditi yang diminta oleh pembeli untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat sosial dalam suatu pasar ekonomi sedangkan penawaran
adalah jumlah barang atau komoditi yang akan diproduksi dan ditawarkan untuk
dijual dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat sosial dalam suatu pasar
ekonomi.
Hukum permintaan adalah makin tinggi harga suatu
barang, makin sedikit jumlah barang yang diminta dan sebaliknya makin rendah
harga suatu barang makin banyak jumlah barang yang diminta. Adanya kenaikan
permintaan menyebabkan kenaikan harga pada harga ekuilibrium maupun kuantitas
ekuilibrium. Penurunan permintaan akan menyebabkan penurunan harga ekuilibrium
maupun kuantitas ekuilibrium.
2.
Penawaran ( suplly )
Penawaran adalah
sejumlah barang atau jasa yang ditawarkan oleh penjual pada berbagai tingkat
harga dan dalam waktu tertentu.
Hukum penawaran
menyatakan semkain tinggi harga suatu barang semakin banyak jumlah barang yang
dibutuhkan, semakin rendah harga suatu barang semakin sedikit jumlah barang
yang ditawarkan. Hukum penawaran juga bersifat ceteris paribus. Hal ini
menunjukkan hubungan yang positif antara harga barang atua jasa dengan
kuantitas yang ditawarkan.
Faktor-faktor yang
MempengaruhiPermintaandanPenawaran
Permintaan
seseorang atau suatu masyarakat akan suatu barang ditentukan oleh banyak
faktor. Diantara faktor-faktor tersebut yang terpenting adalah :
1.
Harga barang itu sendiri
2.
Harga barang-barang lain yang bersifat substitutif terhadap barang tersebut
3.
Pendapatan rumah-tangga atau pendapatan masyarakat
4.
Selera seseorang atau masyarakat
5.
Jumlah penduduk.
Kebijakan Fiskal
pengertian kebijakan fiskal (fiskal policy) adalah
implementasi dari bentuk operasional kebijakan anggaran yang dilakukan
pemerintah dalam mengatur keuangan negara. Arah kebijakan ditekankan
pengalokasian pengeluaran negara dan penerimaan negara terkhusus pada
perpajakan, contohnya saja tinggi rendahnya pajak, atau bahkan pembebasan pajak
dalam pengendalian perekonomian untuk mencapai tujuan nasional. Dalam menjalankan
kebijakan sangat efektif apalagi dibarengi dengan kebijakan moneter. Adapun tujuan dilakukannya kebijakan fiskal dan
macam-macam kebijakan fiskal adalah sebagai berikut.
Adapun
tujuan-tujuan dari terjadinya dan berlangsungnya kebijakan fiskal antaralain
sebagai berikut..
- Mencapai stabilitas perekonomian
- Memacu dan mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi
- Memperluas dan menciptakan lapangan kerja
- Menciptakan terwujudnya keadilan sosial bagi masyarakat
- Mewujudkan pendistribusian dan pemerataan pendapatan.
- Mencegah pengangguran dan menstabilkan harga
Permasalahan umum dalam kegiatan ekonomi adalah inflasi. Inflasi adalah jumlah
uang beredar dimasyarakat yang besar dibandingkan jumlah barang dan jasa akan
menyebabkan kenaikan harga-harga barang.
Cara Alternatif Dalam menganggulangi Inflasi melalui
Kebijakan Fiskal :
- Bank Indonesia sebagai bank sentral yang memiliki otoritas keuangan akan berusaha mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat sampai terciptanya keseimbangan dengan jumlah barang dan jasa yang tersedia.
- Mengupayakan peningkatan produksi sehingga nantinya jumlah barang atau jasa di masyarakat bertambah yang selanjutnya akan tercapai keseimbangan antara jumlah barang/jasa dengan jumlah uang yang beredar
Keputusan Mengatasi Inflasi melalui Kebijakan
Fiskal :
- Mengurangi anggaran pengeluaran pemerintah dengan mengoptimalkan pos-pos vital.
- Meningkatkan perolehan pajak melalui upaya peningkatan kesadaran pajak masyarakat serta pengenaan tarif pajak yang tinggi untuk beberapa komponen pajak yang dianggap perlu.
- Melakukan pinjaman pemerintah guna menutup kekurangan yang ada. Tetapi sifat dari pinjaman yang dilakukan pemerintah hanyalah sebagai pelengkap dalam proses pembangunan.
Komentar
Posting Komentar