Langsung ke konten utama

fluktuasi Ekonomi



Fluktuasi Ekonomi.
1.       Pengertian Fluktuasi

Fluktuasi ekonomi adalah kenaikan dan penurunan aktifitas ekonomi secara relatif dibandingkan dengan trend pertumbuhan jangka panjang dari ekonomi.Fluktuasi ini atau Bussines Cycle (siklus bisnis),bervariasi dalam intensitas dan jangka waktunya.Kenaikan dan penurunan biasanya meliputi negara dan bahkan dunia,dan mempengaruhi seluruh dimensi dari kegiatan ekonomi,tidak hanya tingkat pengangguran dan produksi.
Fluktuasi ekonomi menunjukkan masalah yang sedang terjadi bagi para ekonom dan ekonom dan pembuat kebijakan. Resesi adalah suatu periode pengurangan output dan aktivitas bisnis. Sebagai akibat dari pasar yang mengalami penurunan, yang biasanya ditandai dengan meningkatnya pengangguran. Kebanyakan ekonom mempercayai bahwa kemerosotan perekonomian atau resesi hanyalah sebuah penurunan dalam aktivitas bisnis, yang berlangsung setidaknya selama enam bulan.Sebagian besar ahli makroekonomi percaya bahwa perbedaan penting antara jangka pendek dan jangka panjang adalah perilaku harga. Dalam jangka panjang, harga adalah fleksibel dan bisa menanggapi perubahan dalam penawaran atau permintaan. Dalam jangka pendek, banyak harga adalah “kaku” pada tingkat yang bisa ditentukan sebelumnya. Karena harga berperilaku secara berbeda dalam jangka pendek dari pada dalam jangka panjang. Kebijakan ekonomi memiliki dampak yang berbeda pada horison waktu yang berbeda
Ekspansi(Ekspansion) adalah suatu keadaan dimana penyehatan perekonomian telah terjadi dari kondisi sebelumnya yaitu resesi atau bahkan depresi.Tahap ini ditandai dengan meningkatnya kesempatan kerja,meningkatnya pendapatan,dan pengeluaran konsumsi masyarakat.sektor perusahaan mengalami kenaikan produksi barang dan jasa,kenaikan penjualan,dan laba perusahaan.Iklim investasi berubah dan pesimisme menjadi optimis.Karena permintaan konsumen mengalami kenaikan produksi barang dan jasa juga mengalami kenaikan.Sehingga terjadi kenaikan kapasitas produksi dan pengangguran Tenaga kerja.Dalam perdagangan Internasional digunakan lebih dari satu mata uang.Hal tersebut dapat menimbulkan resiko fluktuasi antar nilai mata uang tersebut.Menurut Surya,Yohanes(2007:4) Fluktuasi adalah perubahan naik turunnya suatu variabel yang terjadi sebagai akibat dari mekanisme pasar.Secara tradisional Fluktuasi dapat diartikan sebagai perubahan nilai.Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa Fluktuasi adalah suatu perubahan variabel tertentu yang umumnya terjadi karena mekanisme pasar.perubahan tersebut dapat berupa kenaikan atau penurunan nilai tersebut.Tiga faktor utama mengenai Fluktuasi Ekonomi:
a.       Fluktuasi dalam perekonomian sifatnya tidak teratur dan tidak dapat diramalkan.
b.      Kebanyakan besaran Ekonomi makro berfluktuasi bersama-sama
c.       Saat  hasil produksi turun,tingkat pengangguran naik.

2.      Pengertian Nilai Tukar
Kurs mata uang yang dipergunakan dalam perdagangan internasional pasti lebih dari satu jenis.Hal itu pasti akan menimbulkan perbedaan nilai mata uang.karena adanya perbedaan mata uang,nilai tukar antar keduanya harus diterapkan.Hubungan niali mata uang ini dinyatakan dalam hubungan harga antar mata uang tersebut.Menurut Weston,Fred(2003:208) nilai tukar adalah harga dari satu mata uang tertentu terhadap mata uang lainnya.Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai tukar adalah harga yang harus dikeluarkan oleh satu mata uang agar nilainya menjadi sama dengan mata uang lain.
                                              
3.      Faktor-faktor penentu fluktuasi mata uang.
Seperti halnya komoditi lainnya,mata uang pada dasarnya dapat dianggap sebagai komoditi selain sebagai alat pembayaran.dengan demikian harga dan daya beli satu mata uang terhadap mata uang negara lain ditentukan oleh hukum pasar melalui kekuatan permintaan dan penawaran.Fluktuasi mata uang yang terjadi karena mekanisme pasar dapat ditentukan oleh beberapa faktor.Menurut Sartono,Agus(2005:18) faktor-faktornyang menyababkan fluktuasi mata uang adalah:
a.       Jumlah Permintaan barang dan jasa
Jumlah permintaan barang dan jasa dari suatu negara kepada negara lain akan mempengaruhi nilai mata uang,misalnya perubahan nilai tukar antar rupiah dan dollar Amerika,dimana Indonesia dan Amerika Serikat memiliki transaksi Ekspor Impor.Permintaan Rupiah ditentukan oleh permintaan barang dan jasa buatan Indonesia oleh orang Amerika serikat.Semakin banyak Impor Amerika Serikat dari Indonesia semakin besar permintaan rupiah untuk membayar Impor dari IndonesiaTransaksi impor dari Indonesia juga akan mempengaruhi penawaran dollar Amerika,semakin besar impor dari indonesia berarti penawaran dollar akan meningkat,karena semakin banyak dollar harus ditukar/ditawarkan terhadap rupiah untuk membayar impor tersebut.Akibatnya rupiah akan terapresiasi terhadap dollar.Sedangkan permintaan dollar ditentukan oleh permintaan orang indonesia terhadap barang dan jasa buatan Amerika.Semakin banyak permintaan barang dan jasa dari Amerika semakin besar permintaan dollar Amerika,dan berarti semakin besar pula penawaran rupiah untuk ditukarkan terhadap dollar guan membayar impor dari Amerika.Akibatnya rupiah akan terdepresiasi terhadap dollar.Nilai tukar antara rupiah dan dollar akan menemuai keseimbangan baru sesuai dengan arus barang dan jasa antar kedua negara tersebut.
b.      Tingkat Inflasi
Menurut Boediono(1995) Inflasi adalah kecenderungan harga naik secara terus menerus dan konsisten.Tingkat inflasi ternyata berpengaruh terhadap nilai tukar mata uang.Misalnya Tingkat Inflasi tahun 1998 sebesar 80% maka terjadi kenaikan harga barang-barang secara umum sebesar 80% juga.Sementara itu Inflasi di Amerika 4%.Akibat inflasi yang tinggi diIndonesia tersebut maka orang Indonesia akan melihat bahwa barang-barang buatan Amerika menjadi relatif lebih murah.Akibatnya orang Indonesia akan meminta/mengimpor barang dan jasa dari Amerika semakin banyak.Impor yang meningkat mengakibatkan permintaan dollar meningkat untuk membayar impor tersebut.Disisi lain barang dan jasa buatan Indonesia akan mengalami kenaikan harga karena inflasi yang tinggi dan menyebabkan barang dan jasa dari Indonesia lebih mahal dari sudut pandang orang Amerika.Akibatnya permintaan orang Amerika terhadap barang dan jasa dari Indonesia mengalami penurunan,barang dan jasa tidak lagi kompetitif dan perolehan devisa dari dollar menurun dan penawaran dollar menurun juga.Hal itu menyebabkan rupiah mengalami depresiasi terhadap dollar sebagai akibat inflasi di Indonesia lebih tinggi daripada di Amerika.
c.       Tingkat Bunga
Tingkat bunga ternyata juga berpengaruhterhadap fluktuasi nilai tukar.Jika inflasi di Indonesia sekitar 80% maka tingkat bunga deposito rupiah secara teoritis adalah harus diatas 80%.Sementara itu apabila di Amerika inflasi sebesar 4% maka tingkat bunga deposito harus diatas 4% juga.Tetapi apbila dalam kenyataannya tingkat bunga rupiah hanya 50% berarti keuntungan riil penabung di Indonesia akan mengalami penurunan.Jika ini terjadi maka pemilik modal lebih senang menanamkan dananya dalam bentuk dollar.Akibatnya permintaan dollar meingkat karena orang akan menukarkan rupiah menjadi dollar untuk didepositokan dalam dollar,sehingga rupiah akan mengalami depresiasi terhadap dollar.Begitu juga sebaliknya jika keuntunga deposito dollar ternyata lebih rendah dibandingkan dengan rupiah maka diperkirakan rupiah akan mengalami apresiasi terhadap dollar.
d.      Pengharapan pasar(Market Expectation)
Apabila berpengharapan inflasi akan tinggi dimasa datang,maka pemilik modal akan segera membelanjakan uangnya untuk membeli barang yang diperkirakan mengalami kenaikan harga ataupun untuk dibelanjakkan/ditukarkan dalam bentuk mata uang lain yang nilainya stabil.Transaksi yang dilakukan bersama-sama oleh pelaku pasar yang memiliki pengharapan yang sama bahwa inflasi tinggi semula masih diharapkan akan terjadi benar-benar menjadi kenyataan.Dari sudut pandang yang lain,mata uang pada dasarnya tidak berbeda dengan komoditas lain yang diperdagangkan,sehingga ketersediaan orang untuk mempertahankan atau memiliki suatu mata uang sangat dipengaruhi oleh pengharapan akan nilai mata uang tersebut dimasa datang.Jika diperkirakan nilainya akan mengalami penurunan dimasa datang maka orangcenderung untuk mengurangi resiko penurunan nilai dengan cara menukarkan dengan mata uang lain yang dianggap lebih satabil.Cara-cara seperti ini dengan sendirinya akan berpengaruh terhadap nilai tukar mata uang tersebut.

e.       Intervensi Bank Sentral
Bank Sentral sebagai pengendali pembayaran pemerintah juga perlu melakukan Intervensi,baik melalui mekanisme tingkat bunga ataupun operasi pasar.Apabila dipandang depresiasi rupiah terlalu besar maka Bank Sentral dapat melakukan interfensi dengan cara menjual dollar langsung di pasar atau dengan cara menaikkan tingkat bunga.Dan sebaliknya apabila rupiah diprediksi akan mengalami apresiasi terlalu tinggi maka bank sentral akan membeli dollar dan menurunkan tingkat bunga.


  • Model penawaran agregat dan permintaan agregat
Dalam teori makroekonomi klasik, jumlah output bergantung pada penawaran modal dan tenaga kerja dan pada ketersediaan teknologi produksi. Harga fleksibel adalah asumsi penting dari teori klasik. Teori klasik menyatakan, kadang-kadang secara implisit, bahwa harga menyesuaikan untuk menjamin bahwa kuantitas output yang diinginkan sama dengan kuantitas yang ditawarkan.
Perekonomian bekerja cukup berbeda ketika harga adalah kaku. Dalam hal ini, sebagaimana kita lihat, output juga bergantung pada permintaan terhadap barang dan jasa. Permintaan, sebaliknya dipengaruhi oleh kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dan berbagai faktor lain. Kebijakan fiskal dan moneter bisa mempengaruhi output perekonomian atas horison waktu ketika adalah kaku, kekakuan harga memberi alasan mengapa kebijakan ini berguna dalam menstabilkan perekonomian dalam jangka pendek. Meskipun model penawaran agregat dan permintaan agregat menyerupai model penawaran dan permintaan untuk barang tunggal, analogi ini tidak eksak. Model penawaran dan permintaan untuk barang tunggal memperhatikan hanya satu barang di dalam perekonomian besar.

Tiga Faktor Utama Mengenai Fluktuasi Ekonomi :
  1. Fluktuasi dalam perekonomian sifatnya tidak teratur dan tidak dapat diramalkan
  2. Kebanyakan besaran ekonomi makro berflukturasi bersama-sama
  3. Saat hasil produksi turun, tingkat pengangguran naik

  1. Permintaan agregat
Permintaan agregat ( aggregate demand, AD) adalah hubungan antara jumlah output yang diinginkan dan tingkat harga agregat. Dengan kata lain, kurva permintaan agregat menyatakan jumlah barang dan jasa yang ingin dibeli orang pada tingkat harga tertentu.
  • Persamaan kuantitas sebagai permintaan agregat
Teori kuantitas menyatakan bahwa :
Keterangan :
M : Penawaran uang           P : Tingkat harga
V : Perputaran uang            Y : Jumlah output

MV = PY




Jika perputaran uang adalah konstan, maka persamaan ini menyatakan bahwa penawaran uang menentukan nilai nominal output, yang sebaliknya adalah produk dari tingkat harga dan jumlah output.




Kurva permintaan agregat
Kurva permintaan agregat AD menunjukan hubungan antara tingkat harga P dan jumlah barang dan jasa yang diminta Y. Kurva itu digambar untuk nilai penawaran uang M tertentu. Kurva permintaan agregat miring ke bawah : semakin tinggi harga P, semakin rendah tingkat keseimbangan riil M/F, dan karena itu semakin rendah jumlah barang dan jasa yang diminta Y.

Kita juga bisa menjelaskan kemiringan dari kurva permintaan agregat dengan memikirkan penawaran dan permintaan untuk keseimbangan uang riil. Jika output lebih tinggi, orang-orang terlibat dalam lebih banyak transaksi dan membutuhkan keseimbangan riil yang lebih tinggi. Untuk penawaran uang tetap M, keseimbangan riil lebih tinggi menunjukan tingkat harga yang lebih rendah. Sebaliknya, jika tingkat harga lebih rendah, keseimbangan uang riil lebih tinggi; tingkat keseimbangan riil membolehkan volume transaksi yang lebih besar, yang berarti jumlah output yang diminta lebih besar.
  • Pergeseran dalam kurva permintaan agregat
Kurva permintaan agregat digambar digambar untuk nilai penawaran uang. Dengan kata lain, kurva tersebut menyatakan kombinasi yang mungkin dari P dan Y untuk nilai M tertentu. Jika Fed mengubah penawaran uang, maka kombinasi yang mungkin dari P dan Y berubah, yang berarti kurva permintaan agregat bergeser. Fluktuasi dalam penawaran uang tidak hanya merupakan sumber fluktuasi dalam permintaan agregat. Bahkan jika penawaran uang tetap konstan, kurva permintaan bergeser jika beberapa peristiwa menyebabkan perubahan dalam perputaran uang.
Tingkat
Harga P
                                                               
AD1
AD2
           Pendapatan, output, Y

Penurunan  dalam penawaran uang menggeser kurva permintaan agregat ke kiri


Pergeseran ke dalam kurva permintaan agregat
Perubahan dalam penawaran uang menggeser agregat. Untuk tingkat harga tertentu P, penurunan dalam penawaran uang M menunjukan bahwa keseimbang uang riil M/P adalah lebih rendah dan dengan demikian output Y lebih rendah. Karena itu, penurunan dalam penawaran uang menggeser kurva permintaan agregat ke dalam dari AD1 ke AD2

Pergeseran ke luar dalam kurva permintaan agregat
Untuk tingkat harga tertentu P, kenaikan dalam penawaran uang M menunjukan bahwa keseimbangan uang riil M/P adalah lebih tinggi dan dengan output Y lebih tinggi. Karena itu, kenaikan dalam penawaran uang menggeser kurva permintaan agregat ke dalam dari AD1 ke AD2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fungsi Tabungan,Fungsi Investasi,Ekuilibrium barang dan jasa & kebijakan Fiskal

Nama                : Anas Ibnu Hajar Lingga Npm                 : 1601270114 Program study   : Perbankan Syariah Fakultas           : Agama Islam Kampus            : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Tugas                : Report 2 Fungsi Tabungan , Fungsi Investasi , Equilibrium Barang Dan Jasa dan Uraian Kebijakan Fiskal . Fungsi Tabungan Fungsi tabungan merupakan menunjukan hubungan antara tingkat tabungan dan pendapatan . atau dapat di artikan bagian pendapatan yang tidak di belanjakan atau di konsumsi . Fungsi tabungan ini berasal langsung dari Figur 6 – 3, ini merupakan jarak vertikal antara garis 45⁰ dan fungsi konsumsi . oleh karena tabun...